Kolaborasi Kreatif di Desa
Dalam rangka memberdayakan warga desa dan mengenalkan kerajinan ramah lingkungan, mahasiswa KKN PPM UGM bekerja sama dengan ibu-ibu PKK mengadakan pelatihan pembuatan ecoprint. Kegiatan yang dipandu Kak Marsa ini berlangsung meriah dan penuh semangat.
Apa Itu Ecoprint?
Ecoprint adalah teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan daun, bunga, dan batang tanaman. Tanpa bahan kimia, hanya dengan pemanasan dan tekanan, pola unik dari daun akan berpindah ke permukaan kain. Ini adalah cara kreatif untuk memanfaatkan kekayaan alam sekitar sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.
Langkah-Langkah Pembuatan Ecoprint
1. Mengenal Daun yang Digunakan
Dalam workshop ini, peserta menggunakan daun pepaya, daun mangrove, dan bunga eceng gondok. Daun-daun tersebut memiliki warna dan tekstur yang cocok untuk teknik ecoprint. Kak Marsa menjelaskan bahwa tiap jenis daun memberikan hasil motif yang berbeda, tergantung pada kandungan tanin dan strukturnya.
2. Menyiapkan Kain dan Alat
Kain yang digunakan sudah dicuci dan direbus dengan tawas sebagai mordant alami. Mordant berfungsi untuk membantu warna dari daun menempel lebih kuat pada kain. Alat sederhana seperti palu kayu dan plastik digunakan dalam proses ini.
3. Menyusun Daun dan Proses Pemanasan
Daun disusun di atas kain lalu ditutup dengan plastik. Kemudian daun dipukul - pukul menggunakan palu kayu. Pukulan ini akan membantu motif daun berpindah ke kain dengan jelas.
4. Hasil yang Mengagumkan
Setelah itu akan muncul motif alami yang cantik dan unik.
Manfaat Workshop Ecoprint
Kegiatan ini membawa manfaat ganda. Pertama, memperkenalkan teknik baru yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di rumah. Kedua, membuka peluang usaha baru dari limbah daun yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Ibu-ibu PKK pun terlihat sangat antusias. Mahasiswa KKN juga merasa senang karena bisa berbagi ilmu sekaligus belajar dari warga.
Pelatihan ecoprint bersama mahasiswa KKN PPM UGM dan Ibu PKK menunjukkan bahwa kreativitas bisa tumbuh dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Lewat bimbingan Kak Marsa, daun-daun seperti pepaya, mangrove, dan bunga eceng gondok disulap menjadi motif indah di atas kain. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang berkelanjutan di desa.