MPASI Sehat di Posyandu Desa Berahan Kulon
Dalam rangkaian kegiatan KKN PPM UGM 2025, para mahasiswa melaksanakan kegiatan edukatif bertema MPASI Bubur Fillet Ikan Lele di Posyandu Desa Berahan Kulon. Acara ini dipandu oleh Kak Sukma yang membimbing ibu-ibu balita untuk mengenal cara membuat MPASI yang sehat, bergizi, dan praktis. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi.
Kegiatan ini menjadi wadah interaksi dan pembelajaran yang sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu-ibu yang ingin memastikan asupan gizi bayi terpenuhi melalui makanan rumahan yang mudah dibuat.
Resep Bubur Ikan Lele dari Kak Sukma
Kak Sukma menjelaskan bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembuatan MPASI kali ini, yaitu Bubur nasi lembut, Fillet ikan lele, Tahu, Wortel, Tomat, Mentega. Untuk menambah rasa, digunakan bumbu alami seperti serai, daun salam, lengkuas, bawang merah, dan bawang putih.
Langkah pertama adalah merebus ikan lele sebentar dengan serai lalu disuir halus. Sementara itu, bahan lain seperti wortel, tahu, dan bumbu dipotong sesuai kebutuhan. Semua bahan kemudian dimasak bersama dalam mentega hingga matang. Hasil akhirnya bisa disesuaikan teksturnya sesuai usia bayi, mulai dari disaring halus hingga cukup dihancurkan dengan garpu.
Tekstur MPASI Sesuai Usia
Salah satu poin penting dari kegiatan ini adalah edukasi tentang tekstur makanan yang sesuai dengan usia bayi. Menurut informasi yang dibagikan:
-
6 bulan: makanan dihaluskan seperti puree
-
6–9 bulan: tekstur lembut atau mashed
-
9–12 bulan: makanan dicincang halus atau potongan kecil
-
12–24 bulan: makanan keluarga yang dicincang kasar
Dengan memahami perbedaan ini, ibu dapat menyesuaikan tekstur makanan agar bayi lebih mudah menerima dan mencerna MPASI.
Kesimpulan
Kegiatan memasak MPASI Bubur Ikan Lele bersama mahasiswa KKN PPM UGM di Desa Berahan Kulon memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu-ibu balita. Selain memperkenalkan menu sehat yang berbahan lokal, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Harapannya, ibu-ibu dapat lebih percaya diri menyajikan MPASI sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.