Momen Penuh Makna di Setiap 10 Muharam
Desa Berahan Kulon memiliki sebuah tradisi mulia yang terus dijaga hingga kini, santunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam. Tahun ini, kegiatan tersebut jatuh pada tanggal 6 Juli 2025. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tapi juga simbol kepedulian dan semangat berbagi antarwarga desa.
Kegiatan ini diprakarsai oleh pemuda desa yang tergabung dalam Pemuda ARIESMA. Mereka secara aktif mempersiapkan acara ini dari jauh-jauh hari demi memastikan semua berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Peran Aktif Pemuda ARIESMA
Pemuda ARIESMA tidak hanya dikenal sebagai komunitas anak muda biasa. Mereka menjadi motor penggerak dalam menjaga tradisi sosial di Berahan Kulon. Kegiatan santunan ini adalah bukti nyata kontribusi mereka dalam membangun masyarakat yang peduli dan saling mendukung.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 28 anak yatim piatu dari Berahan Kulon dan sekitarnya menerima santunan. Bentuk bantuannya tidak hanya uang tunai, tetapi juga paket kebutuhan pokok yang sangat berarti bagi mereka.
Keterlibatan Warga dan Nilai Kebersamaan
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah partisipasi seluruh elemen masyarakat. Warga ikut bergotong royong, mulai dari pengumpulan donasi, menyiapkan tempat acara, hingga memastikan anak-anak yatim merasa nyaman dan disambut hangat. Tradisi ini tak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menanamkan nilai empati dan tanggung jawab sosial, terutama bagi generasi muda desa.
Lebih dari Sekadar Santunan
Santunan yang diberikan bukan hanya bentuk bantuan materi. Ini adalah pengingat bahwa mereka yang kehilangan orang tua tidak pernah sendiri. Kehangatan pelukan warga, doa-doa yang dilantunkan bersama, dan perhatian yang diberikan menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak tersebut untuk terus melangkah. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan bahwa berbagi adalah bagian dari ibadah yang harus dijaga dan dilestarikan.