Apa Itu Tradisi 1 Suro?
Sejarah & Makna 1 Suro
1 Suro dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Tradisi ini bukan sekadar pergantian tahun, tapi momen spiritual untuk introspeksi diri dan memohon keselamatan kepada Allah SWT. Di banyak daerah Jawa, 1 Suro dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari tirakat hingga doa bersama.
Hubungannya dengan Tahun Baru Islam
Meskipun berasal dari budaya Jawa, tradisi 1 Suro menyatu erat dengan peringatan Tahun Baru Islam. Ini menjadi jembatan antara nilai adat dan agama. Di Berahan Kulon, penyambutan tahun baru Islam 1447 H tak hanya sakral tapi juga penuh makna kebersamaan.
Desa Berahan Kulon & Tradisi Religius
Keterlibatan Masyarakat Lokal
Desa Berahan Kulon dikenal memiliki masyarakat yang religius dan kompak. Setiap perayaan Islam, khususnya 1 Suro, disambut dengan antusias. Dari anak-anak hingga lansia, semua bersatu dalam rangkaian kegiatan spiritual.
Kolaborasi Antar Desa: Berahan Wetan & Sekitarnya
Kegiatan tak hanya melibatkan warga Berahan Kulon, tapi juga mengundang partisipasi desa tetangga seperti Berahan Wetan. Kolaborasi ini memperkuat rasa persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di antara warga.
Kegiatan Istighosah Malam 1 Suro
Pelaksanaan Tanggal 26 Juni 2025
Malam istimewa itu jatuh pada Kamis, 26 Juni 2025. Malam yang hening berubah jadi penuh syahdu ketika alunan doa istighosah menggema dari masjid Al Burhan Desa Berahan Kulon. Semua larut dalam suasana khusyuk.
Makna Spiritual Istighosah Bersama
Istighosah bukan sekadar membaca doa. Tetapi menjadi wujud pengakuan akan kelemahan manusia dan kebutuhan pada pertolongan Allah. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, malam ini menjadi momen merenung dan mendekat pada Sang Pencipta.
Pengajian Haul Al-Maghfuriah Simbah Kyai Raden Burhan
Sosok Simbah Kyai Raden Burhan
Almarhum Kyai Raden Burhan adalah tokoh yang dihormati. Beliau menjadi panutan spiritual masyarakat. Haul ini menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanannya dalam membimbing umat, terutama di wilayah Berahan Kulon.
Momen Refleksi & Doa Bersama
Haul bukan hanya mengenang, tapi juga momen menebar doa. Pengajian diisi tausiah dari ulama dan disambut antusias. Warga mengalirkan doa untuk almarhum serta mengingatkan diri untuk meneruskan kebaikannya.
Nilai Sosial dan Keagamaan Tradisi Ini
Mempererat Silaturahmi Warga
Acara ini membuat seluruh warga berkumpul. Tak ada sekat sosial, semua bersatu untuk kebaikan. Kebersamaan inilah yang memperkuat tali silaturahmi antar sesama.
Menumbuhkan Spirit Keislaman
Dengan doa bersama dan pengajian, semangat religius warga semakin tumbuh. Ini memperkuat identitas desa sebagai komunitas Islami yang tetap menjunjung nilai tradisi.
Antusiasme Warga Desa
Gotong Royong dan Persiapan Acara
Persiapan kegiatan dilakukan dengan gotong royong. Mulai dari pemasangan tenda, konsumsi, hingga penataan tempat ibadah dikerjakan bersama-sama.
Kebersamaan Lintas Generasi
Anak muda, ibu-ibu, hingga para sepuh semua terlibat. Tradisi ini jadi ruang belajar bagi generasi muda tentang makna keagamaan dan pentingnya kebersamaan.