You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Berahan Kulon
Desa Berahan Kulon

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Inovasi Kerupuk Telur Asin Bareng Mahasiswa KKN PPM UGM

Administrator 21 Juli 2025 Dibaca 21 Kali

Pada 20 Juli 2025, ibu-ibu Desa Berahan Kulon mengikuti kegiatan yang berbeda dari biasanya. Bersama mahasiswa KKN PPM UGM, mereka belajar membuat kerupuk telur asin dalam rangka program diversifikasi pangan lokal. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kak Anfa.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan baru kepada ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa, agar bisa mengembangkan produk makanan sederhana menjadi bernilai jual tinggi.

Belajar Membuat Kerupuk Telur Asin bersama Kak Anfa

Kegiatan dimulai dengan pengenalan manfaat dan potensi ekonomi dari telur asin. Kak Anfa kemudian memandu peserta dalam proses pembuatan kerupuk mulai dari awal hingga siap digoreng. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  • Menyiapkan adonan berbahan dasar telur asin

  • Menambahkan bumbu alami sesuai selera

  • Membentuk adonan menjadi lembaran tipis

  • Menjemur dan menggoreng hingga kering dan renyah

Proses ini dilakukan bersama-sama, di mana mahasiswa KKN PPM UGM membantu warga dalam menakar bahan, mencampur adonan, dan memberikan ide variasi rasa. Suasana yang terbangun pun sangat akrab dan penuh antusiasme.

Mendorong Inovasi dari Bahan Sederhana

Selain menjadi ajang belajar bersama, kegiatan ini membuka wawasan warga bahwa inovasi tidak harus mahal atau rumit. Dengan bahan yang tersedia di sekitar, seperti telur asin, masyarakat bisa menciptakan produk unik seperti kerupuk yang siap dipasarkan.

Kegiatan diversifikasi kerupuk telur asin di Desa Berahan Kulon bersama KKN PPM UGM dan Kak Anfa membuktikan bahwa inovasi bisa dimulai dari dapur rumah. Melalui pelatihan sederhana namun aplikatif, warga mendapatkan keterampilan baru dan peluang ekonomi yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.