Sekilas Tentang Posyandu Remaja di Berahan Kulon
Posyandu Remaja di Desa Berahan Kulon sudah menjadi kegiatan rutin bulanan yang diselenggarakan oleh kader kesehatan desa. Kegiatan ini menyasar kalangan remaja usia 12–19 tahun untuk memberikan edukasi seputar kesehatan, gaya hidup, dan memantau tumbuh kembang remaja. Tidak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah dan berat badan, Posyandu Remaja juga menjadi wadah diskusi yang aman bagi remaja desa.
Partisipasi aktif dari para remaja terlihat dari antusiasme mereka mengikuti setiap sesi, terutama ketika ada kolaborasi spesial seperti tahun ini, yakni bersama mahasiswa KKN PPM UGM 2025.
Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN PPM UGM 2025
Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam program KKN PPM UGM 2025 hadir di Desa Berahan Kulon dengan membawa berbagai program edukatif. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap isu-isu kesehatan yang sering terabaikan, dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Edukasi Kesehatan Mental oleh Kak Marsa
Dalam sesi pertama, Kak Marsa dari Tim KKN PPM UGM menyampaikan materi tentang kesehatan mental. Ia menjelaskan pentingnya mengenal emosi, stres, dan cara mengelolanya dengan tepat. Remaja sering kali mengalami tekanan dari sekolah, keluarga, atau lingkungan sosial. Melalui kegiatan diskusi kelompok dan simulasi perasaan, para peserta diajak mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental dan kapan harus mencari bantuan profesional.
Edukasi Tanggap Bencana dan Pertolongan Pertama oleh Kak Mutiara
Sesi berikutnya dibawakan oleh Kak Mutiara yang mengangkat tema tanggap bencana dan pertolongan pertama. Ia mengajarkan bagaimana remaja bisa menjadi garda depan dalam situasi darurat seperti gempa, banjir, atau kebakaran. Tak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung teknik pertolongan pertama seperti bagaimana menangani orang yang tersedak atau mimisan.
Edukasi Anemia dan Kesehatan Mata oleh Kak Vivi
Kak Vivi menutup rangkaian edukasi dengan membawakan topik seputar anemia dan kesehatan mata. Ia menjelaskan bahwa anemia pada remaja, khususnya remaja putri, bisa berdampak pada produktivitas dan prestasi belajar. Sesi ini juga mengedukasi peserta tentang pentingnya asupan zat besi dan pola makan seimbang. Untuk topik kesehatan mata, Vivi menekankan pentingnya mengurangi durasi layar dan rutin melakukan pemeriksaan mata.
Dampak Positif Kegiatan Terpadu Ini
Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam ini disambut hangat oleh remaja desa. Para remaja terlihat antusias terutama saat melakukan pemeriksaan mata. Bukan hanya sekadar belajar, mereka juga mendapatkan pengalaman baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.