Pada Jumat, 24 Juli 2026, telah terlaksana diskusi antar Tim KKN UGM P2 Unit Wedung Sub-unit Berahan Kulon, dan Sub-unit Tedunan, dengan Gapoktan dari Berahan Kulon. Acara pertama-tama dibuka oleh salah seorang anggota dari Sub-unit Tedunan, dan langsung dilanjutkan pada sesi diskusi. Sesi diskusi pertama-tama melihat pemaparan hasil pengolahan data selama observasi lapangan yang berjalan selama hampir dua minggu.
Pemaparan pertama-tama dilakukan dengan melihat realitas dari kondisi tanah di Kecamatan Wedung. Diketahui bahwa Wedung dahulu merupakan bekas dari dasar selat Muria, dengan kadar kapur tinggi dari sisa peninggalan biota laut. Hal ini membuat lahan sawah di wilayah tersebut memiliki kadar pH di angka tujuh hingga delapan, sehingga lahan memiliki sifat netral hingga basa, sebagaimana yang telah Tim KKN observasi pada lahan sawah miliki petani Berahan Kulon. Lebih lanjut, permasalahan kedua kemudian dijelaskan. Melalui hasil wawancara, petani terkendala dengan hama sundep dan beluk, yang mengakibatkan penurunan hasil panen.
Setelah permasalahan dipetakan, Tim KKN kemudian telah berusaha untuk menghubungkan antara petani Berahan Kulon dengan dinas terkait. Harapannya, melalui komunikasi tersebut, mereka dapat memberi bantuan yang tepat agar petani dapat menghadapi permasalahannya.
Setelah pemaparan dilakukan, perwakilan Gapoktan kemudian melakukan diskusi dengan perwakilan Tim KKN. Pertama-tama, mengenai permasalahan hama dan pemupukan, petani Berahan Kulon mengandalkan pupuk dan pestisida kimia, dan belum berani beralih kepada bahan organik, dikarenakan hasilnya tidak akan maksimal. Namun, melalui diskusi dengan Tim KKN, perwakilan Gapoktan setidaknya bersedia untuk mengurangi penggunaan bahan kimia selama bertani, dan siap untuk menguji coba pada satu bahu sawah.
Setelah sesi diskusi, penutupan kemudian dilakukan dengan dokumentasi penyerahan pupuk silika fosfat. Harapannya, pemaparan, diskusi, dan bantuan yang telah diserahkan oleh Tim KKN, dapat memberi semangat pembaharuan kepada petani di Desa Berahan Kulon.