Di tengah berkembangnya aktivitas perikanan tambak di Desa Berahan Kulon, informasi mengenai kondisi dan persebaran wilayah menjadi semakin penting. Keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berada di wilayah desa juga menjadi salah satu aspek lingkungan yang perlu diperhatikan, khususnya dalam kaitannya dengan kawasan tambak udang dan bandeng di sekitarnya.
Anggota KKN PPM UGM, Alfina Indira dari Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar mengupayakan solusi dari permasalahan ini dengan Program Kerja Pembuatan Peta Sebaran dan Radius Pengaruh Lingkungan Dampak Limbah TPA ke Tambak Udang dan Bandeng. Program ini bertujuan menyediakan informasi spasial yang dapat membantu Pemerintah Desa Berahan Kulon dan pihak terkait memahami posisi TPA, persebaran tambak, serta wilayah yang berada dalam radius pengaruh lingkungan berdasarkan hasil pemetaan.
Pembuatan peta tidak hanya dilakukan berdasarkan data yang tersedia, tetapi diawali dengan pengamatan langsung di lapangan. Kegiatan dimulai pada 25 Juni 2026 melalui survei tambak bandeng dan udang, sekaligus melihat kondisi pertanian serta budidaya lele di Desa Berahan Kulon.
Tahap survei menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi dan lokasi berbagai aktivitas budidaya yang terdapat di wilayah desa. Selanjutnya, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, pengelola TPA, serta BUMDes Unit Ketahanan Pangan untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan.
Survei TPA Berahan Kulon juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai lokasi TPA yang menjadi titik acuan dalam penyusunan radius pengaruh lingkungan. Koordinasi lanjutan dengan penanggung jawab TPA dilakukan dan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Pak Imam Wibowo selaku pengurus BUMDes Unit Ketahanan Pangan. Pengumpulan data kemudian dilanjutkan dengan pengambilan titik pada tambak udang dan bandeng yang menjadi bagian dari wilayah kajian.
Berbagai informasi yang telah dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi spasial. Proses penyusunan peta dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan awal, pembuatan, pengerjaan lanjutan, hingga finalisasi pemetaan kemudian dipaparkan kepada pihak Desa Berahan Kulon pada 15 Juli 2026. Konsultasi ini dilakukan untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan informasi yang ditampilkan dalam peta dapat dipahami dan sesuai dengan kebutuhan pihak desa.
Hasil akhir program berupa peta sebaran tambak udang dan bandeng serta radius pengaruh lingkungan TPA dalam bentuk peta cetak. Peta tersebut kemudian secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Berahan Kulon pada 5 Agustus 2026. Hasil peta tersebut dapat diakses melalui Peta Sebaran Radius Dampak Limbah TPA
Peta ini memberikan gambaran visual mengenai posisi TPA dan persebaran tambak di wilayah kajian. Dengan informasi yang tersaji secara spasial, pihak desa dapat lebih mudah melihat kondisi wilayah dan menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu bahan pendukung dalam pemantauan lingkungan.
Program ini tidak berhenti pada pembuatan sebuah peta. Lebih dari itu, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi data awal yang dapat dikembangkan dan diperbarui sesuai dengan perubahan kondisi wilayah.Dengan adanya informasi spasial yang lebih terstruktur, diharapkan pengelolaan dan pemantauan lingkungan di Desa Berahan Kulon dapat dilakukan secara lebih terarah.