Desa Berahan Kulon tidak hanya memiliki potensi di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menyimpan beragam usaha masyarakat yang memiliki peluang untuk terus berkembang. Berbagai UMKM yang dijalankan oleh masyarakat menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi desa, mulai dari produk olahan pangan hingga usaha berbasis potensi lokal. Namun, keberadaan UMKM tersebut belum seluruhnya terdokumentasi dan mudah ditemukan oleh masyarakat dari luar Desa Berahan Kulon. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya pemetaan UMKM dan potensi ekonomi lokal agar keberadaan usaha masyarakat dapat dikenal secara lebih luas.
Program Pembuatan Peta Sebaran Potensi Ekonomi Lokal Desa Berahan Kulon oleh Alfina Indira dari Alfina Indira dari Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar melakukan inventarisasi dan pemetaan berbagai potensi ekonomi yang terdapat di desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Juni–5 Agustus 2026 melalui koordinasi dengan BUMDes dan pemerintah desa, pengumpulan data lapangan, wawancara dengan pelaku UMKM, dokumentasi, hingga pengolahan data spasial. Informasi yang dihimpun meliputi nama usaha, lokasi, titik koordinat, dokumentasi produk, serta berbagai potensi ekonomi lainnya yang dapat mendukung pengenalan Desa Berahan Kulon.
Pemetaan dilakukan bukan sekadar untuk menunjukkan titik lokasi UMKM, tetapi juga sebagai upaya membangun sebuah informasi yang lebih terstruktur mengenai potensi ekonomi desa. Dengan adanya informasi lokasi yang jelas, masyarakat dari luar Berahan Kulon dapat lebih mudah mengetahui bahwa terdapat berbagai produk dan usaha lokal yang dapat dikunjungi maupun dikembangkan sebagai peluang kerja sama. Peta juga dapat membantu pemerintah desa melihat persebaran usaha masyarakat dan mengidentifikasi potensi yang masih dapat dikembangkan.
Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan wawancara dengan pelaku UMKM serta mendokumentasikan sejumlah potensi lokal, termasuk produk usaha masyarakat, Bale Romo Berahan Kulon, Masjid Al Burhan, pertanian, dan perikanan budidaya lele. Seluruh informasi tersebut kemudian diolah menjadi peta tematik menggunakan software. Peta disusun secara bertahap melalui pengumpulan data, penyusunan layout, konsultasi dengan pihak desa, revisi, hingga finalisasi agar informasi yang ditampilkan dapat dipahami dengan mudah.
Pemetaan UMKM menjadi penting karena salah satu tantangan usaha masyarakat desa adalah keterbatasan jangkauan informasi. Produk yang sebenarnya memiliki potensi dapat sulit dikenal apabila keberadaan dan lokasinya tidak terdokumentasi dengan baik. Peta dapat menjadi langkah awal untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan calon konsumen, pengunjung, maupun pihak lain yang tertarik untuk bekerja sama.
Hasil pemetaan juga dapat digunakan bagi pengembangan promosi UMKM secara lebih lanjut. Data yang telah dikumpulkan dapat dikembangkan ke dalam media digital, seperti website desa, media sosial, maupun direktori UMKM yang dilengkapi informasi produk dan kontak pelaku usaha. Dengan demikian, pemetaan tidak berhenti sebagai sebuah produk cetak, tetapi dapat menjadi fondasi untuk membangun sistem informasi ekonomi lokal yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luar Desa Berahan Kulon. Hasil peta dapat dilakses dalam link berikut Peta Pesebaran Potensi Lokal Berahan Kulon
Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Berahan Kulon pada 5 Agustus 2026. Penyerahan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi desa untuk terus memperbarui data potensi ekonomi dan mengembangkan strategi pengenalan UMKM kepada masyarakat yang lebih luas.
Keberadaan peta menjadi pengingat bahwa setiap titik usaha di Desa Berahan Kulon memiliki cerita dan potensi untuk berkembang. Ke depan, pemetaan UMKM diharapkan tidak hanya berhenti pada pendataan lokasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengelolaan informasi secara digital dan pembaruan data secara berkala. Dengan informasi yang semakin mudah ditemukan, UMKM Berahan Kulon memiliki peluang lebih besar untuk dikenal, dikunjungi, dan dikembangkan, sehingga potensi ekonomi lokal dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat desa.