Membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi juga perlu diawali dengan memahami bagaimana masyarakat memandang dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan tersebut, tim KKN PPM UGM Wedung Adiluhung melaksanakan Program Pemetaan Perilaku Masyarakat dalam Pemilahan dan Pengelolaan Sampah yang menyasar warga RT 01 RW 02 Desa Berahan Kulon. Program ini dilaksanakan oleh anggota KKN UGM, Diva Sahila dari Fakultas Psikologi.
Program ini menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong maupun menghambat penerapan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
Kegiatan dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Melalui pendekatan ini, tim KKN tidak hanya mengamati apakah masyarakat sudah memilah sampah, tetapi juga menggali lebih dalam mengenai sikap masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah, pengaruh keluarga dan lingkungan sekitar dalam membentuk kebiasaan tersebut, tingkat kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola sampah, serta bagaimana regulasi dan ketersediaan fasilitas turut memengaruhi perilaku mereka.
Selain itu, kuesioner juga mengevaluasi perilaku aktual masyarakat, seperti kebiasaan memisahkan sampah organik, anorganik, dan B3, menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Pendekatan ini memungkinkan tim memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi masyarakat sebelum program dijalankan sehingga nantinya dapat dibandingkan dengan hasil setelah program selesai sebagai bentuk evaluasi dampak kegiatan.
Selama pelaksanaan survei, warga RT 01 RW 02 menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Sejak awal kegiatan, masyarakat menyambut baik kehadiran tim KKN dan bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dengan penuh perhatian. Tidak sedikit warga yang turut berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka dalam mengelola sampah di rumah, tantangan yang dihadapi, hingga harapan terhadap sistem pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Interaksi yang terjalin selama proses pengisian kuesioner menciptakan suasana diskusi yang hangat dan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan proses pengisian kuesioner tidak hanya menjadi sarana pengumpulan data, tetapi juga menjadi media edukasi yang mendorong masyarakat untuk merefleksikan kebiasaan mereka sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengajak warga untuk berpikir kembali mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, peran dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dalam membangun kebiasaan tersebut, serta bagaimana tindakan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai atau memanfaatkan kembali sampah yang masih layak digunakan, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Melalui partisipasi aktif warga RT 01 RW 02, program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam merancang kegiatan lanjutan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang diperoleh akan digunakan untuk melihat perubahan perilaku masyarakat setelah rangkaian program pengelolaan sampah dilaksanakan, sehingga strategi yang dikembangkan benar-benar didasarkan pada kondisi nyata di lapangan.
Besarnya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi harapan bahwa upaya meningkatkan awareness dan membangun budaya memilah sampah dapat terus tumbuh, dimulai dari setiap rumah tangga hingga menjadi kebiasaan bersama yang mendukung terciptanya lingkungan Desa Berahan Kulon yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.