You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Berahan Kulon
Logo Desa Berahan Kulon
Desa Berahan Kulon

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI

Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Guna, KKN UGM Edukasi Warga Berahan Kulon

Administrator 11 Agustus 2026 Dibaca 1 Kali
Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Guna, KKN UGM Edukasi Warga Berahan Kulon

Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna di lingkungan RT 01 RW 02 Desa Berahan Kulon pada 18 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat RT 01 RW 02 dan menjadi salah satu bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai permasalahan minyak jelantah dan dampak pembuangannya secara sembarangan terhadap lingkungan. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang berasal dari aktivitas memasak sehari-hari tidak seharusnya langsung dibuang ke saluran air maupun lingkungan sekitar. Pembuangan minyak jelantah secara terus-menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengganggu saluran air. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk mulai mengumpulkan dan mengelola minyak jelantah agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah sebagai salah satu bahan dasarnya. Masyarakat diajak mengikuti proses pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, pengolahan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pembentukan lilin. Penambahan essential oil lavender memberikan aroma khas pada lilin sekaligus menjadikannya salah satu alternatif produk yang dapat mendukung upaya mengurangi gangguan nyamuk di sekitar rumah.

Selain pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Kegiatan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa minyak jelantah tidak selalu harus dibuang atau hanya dijual kembali, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna. Melalui praktik secara langsung, masyarakat memperoleh pengalaman mengenai bagaimana limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali dengan metode yang sederhana.

Kegiatan mendapatkan respons positif dari masyarakat RT 01 RW 02. Warga menunjukkan antusiasme selama mengikuti proses pembuatan lilin dan sabun serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan, tahapan pengolahan, hingga pemanfaatan produk yang telah dibuat. Keterlibatan masyarakat secara langsung membuat kegiatan tidak hanya menjadi kegiatan penyuluhan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali di rumah.

Pelaksanaan kegiatan di RT 01 RW 02 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan minyak jelantah yang lebih baik di Desa Berahan Kulon. Pengalaman masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dapat menjadi contoh yang dapat dikembangkan di lingkungan RT dan RW lainnya. Dengan adanya alternatif pemanfaatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk mengumpulkan minyak jelantah dan menghindari pembuangan secara sembarangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat tidak hanya memahami dampak negatif pembuangan minyak jelantah, tetapi juga mampu memanfaatkan limbah tersebut secara lebih kreatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai guna barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.

Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna di lingkungan RT 01 RW 02 Desa Berahan Kulon pada 18 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat RT 01 RW 02 dan menjadi salah satu bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai permasalahan minyak jelantah dan dampak pembuangannya secara sembarangan terhadap lingkungan. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang berasal dari aktivitas memasak sehari-hari tidak seharusnya langsung dibuang ke saluran air maupun lingkungan sekitar. Pembuangan minyak jelantah secara terus-menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengganggu saluran air. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk mulai mengumpulkan dan mengelola minyak jelantah agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah sebagai salah satu bahan dasarnya. Masyarakat diajak mengikuti proses pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, pengolahan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pembentukan lilin. Penambahan essential oil lavender memberikan aroma khas pada lilin sekaligus menjadikannya salah satu alternatif produk yang dapat mendukung upaya mengurangi gangguan nyamuk di sekitar rumah.

Selain pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa KKN juga memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Kegiatan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa minyak jelantah tidak selalu harus dibuang atau hanya dijual kembali, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna. Melalui praktik secara langsung, masyarakat memperoleh pengalaman mengenai bagaimana limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali dengan metode yang sederhana.

Kegiatan mendapatkan respons positif dari masyarakat RT 01 RW 02. Warga menunjukkan antusiasme selama mengikuti proses pembuatan lilin dan sabun serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan, tahapan pengolahan, hingga pemanfaatan produk yang telah dibuat. Keterlibatan masyarakat secara langsung membuat kegiatan tidak hanya menjadi kegiatan penyuluhan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali di rumah.

Pelaksanaan kegiatan di RT 01 RW 02 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan minyak jelantah yang lebih baik di Desa Berahan Kulon. Pengalaman masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dapat menjadi contoh yang dapat dikembangkan di lingkungan RT dan RW lainnya. Dengan adanya alternatif pemanfaatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk mengumpulkan minyak jelantah dan menghindari pembuangan secara sembarangan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat tidak hanya memahami dampak negatif pembuangan minyak jelantah, tetapi juga mampu memanfaatkan limbah tersebut secara lebih kreatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai guna barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image