Program pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah plastik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan dilakukan di Desa Berahan Kulon. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Ainur Ridho Firdausy dari Program Studi Kimia. Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sampah plastik, terutama botol dan kemasan plastik sekali pakai yang menumpuk di lingkungan RT 1 RW 2 serta belum dikelola secara optimal. Sebagian sampah bahkan masih dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan berdampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Melalui program ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan sekaligus pelatihan pembuatan ecobrick, yaitu teknik memadatkan limbah plastik ke dalam botol plastik bekas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk fungsional, seperti kursi, hiasan tanaman, hiasan polybag, maupun rak sederhana. Untuk mendukung proses pembelajaran, warga juga memperoleh poster yang menampilkan contoh hasil karya ecobrick sehingga dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan produk secara mandiri.
Program ini menyasar warga RT 1 RW 2 Desa Berahan Kulon sebagai kelompok warga yang menghasilkan limbah plastik rumah tangga dalam jumlah cukup besar. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Ketua RT untuk mempersiapkan kebutuhan program, termasuk mengimbau warga membawa botol plastik bekas, kemasan plastik, gunting, dan tongkat kecil sebagai alat pemadat. Selama kegiatan berlangsung, warga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ecobrick dengan memotong kemasan plastik menjadi bagian-bagian kecil, kemudian memadatkannya ke dalam botol plastik hingga tidak menyisakan rongga udara. Pendekatan praktik ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah plastik, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menerapkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu solusi mengurangi pencemaran lingkungan.
Program kerja ini memperoleh respons sangat positif dari warga yang menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti program kerja, terlihat dari partisipasi aktif dalam proses pembuatan ecobrick dan semangat mereka untuk mengumpulkan limbah plastik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Selama pelaksanaan program berhasil dihasilkan lebih dari 20 botol ecobrick. Meskipun keterbatasan waktu menyebabkan ecobrick belum sempat dirangkai menjadi produk akhir, masyarakat mengusulkan agar hasil tersebut dimanfaatkan sebagai hiasan lingkungan dalam rangka persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh ecobrick yang telah dibuat dibawa pulang oleh warga untuk dilanjutkan secara mandiri di masing-masing rumah, kemudian akan dikoordinasikan oleh Ketua RT untuk dirangkai menjadi karya bersama. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai guna bagi lingkungan.