You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Berahan Kulon
Logo Desa Berahan Kulon
Desa Berahan Kulon

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI

Sampah Dapur Jadi Solusi: Kreativitas Warga Berahan Kulon Mengolah Limbah

Administrator 11 Agustus 2026 Dibaca 2 Kali
Sampah Dapur Jadi Solusi: Kreativitas Warga Berahan Kulon Mengolah Limbah

Limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Hal inilah yang diperkenalkan anggota tim KKN UGM (Aisyah Anandya Pramita Program Studi Teknologi Industri Pertanian) kepada 35 warga RT 01 RW 02 Desa Berahan Kulon melalui program Pengelolaan Limbah Cangkang Telur dan Ampas Kopi melalui Pembuatan Pupuk Kalsium dan Biobriket.

Kegiatan ini menjawab permasalahan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cangkang telur dan ampas kopi merupakan limbah yang mudah ditemukan di rumah, tetapi umumnya langsung dibuang bersama sampah lainnya. Padahal, kedua bahan tersebut masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Cangkang telur yang kaya akan kalsium dapat diolah menjadi pupuk kalsium, sedangkan ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan biomassa dalam pembuatan biobriket.

Pada awalnya warga dilibatkan dukasi mengenai pentingnya memilah dan mengelola limbah rumah tangga. Warga diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular, yaitu bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir sebagai sampah.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi pembuatan pupuk kalsium dari cangkang telur dan biobriket berbahan ampas kopi. Proses dimulai dari persiapan dan pengolahan bahan, pencampuran, hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan. Tidak hanya melihat demonstrasi, warga juga dilibatkan secara langsung agar dapat memahami setiap tahapan dan memiliki keterampilan untuk mengulangi proses tersebut secara mandiri di rumah.

Untuk membantu warga mengingat kembali tahapan yang telah dipraktikkan, disediakan leaflet edukasi yang memuat informasi mengenai manfaat, bahan, tahapan pembuatan, serta penggunaan produk. Sampel produk yang telah dihasilkan turut diberikan kepada warga untuk dibawa pulang dan dicoba secara langsung.

Kegiatan yang diikuti oleh 35 warga RT 01 RW 02, khususnya ibu-ibu, mendapat respons yang sangat positif. Peserta aktif mengikuti demonstrasi, terlibat dalam proses pembuatan, serta mengajukan berbagai pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

Antusiasme warga bahkan terlihat dari pertanyaan yang semakin spesifik, seperti mengenai takaran dan dosis penggunaan pupuk kalsium pada tanaman. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak berhenti pada pemahaman mengenai pengolahan limbah, tetapi mulai mendorong warga untuk memikirkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan bahan yang berasal dari limbah rumah tangga warga juga membuat kegiatan terasa dekat dan mudah diterapkan. Cangkang telur dan ampas kopi yang sebelumnya berakhir di tempat sampah kini diperkenalkan sebagai bahan baku yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Program ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah berbasis masyarakat di tingkat RT/RW. Melalui kegiatan praktik secara langsung, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan untuk memanfaatkan limbah yang tersedia di sekitar mereka.Pemanfaatan cangkang telur dan ampas kopi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan KKN. Warga dapat mengembangkan praktik pengolahan tersebut secara mandiri dan membagikan pengetahuan kepada lingkungan sekitar. 

Dari dapur, lahir perubahan. Dari limbah, tumbuh manfaat.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image