KKN PPM UGM menghadirkan program analisis tingkat pencemar air hasil pelindian sampah TPA se-Kabupaten Demak sebagai upaya memperoleh data awal mengenai kondisi kualitas air di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Berahan Kulon. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Ainur Ridho Firdausy dari Program Studi Kimia. Program kerja ini dilatarbelakangi oleh adanya dugaan dari masyarakat, khususnya para petambak di sekitar TPA, bahwa air lindi dari timbunan sampah mengalir menuju sungai dan tambak sehingga berpotensi menurunkan kualitas air serta mengganggu ekosistem perairan. Untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi tersebut, dilakukan pengukuran parameter kualitas air berupa pH dan TDS pada beberapa titik sungai dan tambak yang diduga terkontaminasi lindi maupun pada lokasi pembanding yang tidak terkontaminasi. Kegiatan ini juga mencakup pengambilan sampel air, pengukuran ulang setelah penyimpanan, proses filtrasi sederhana, dan analisis data menggunakan Microsoft Excel sebelum hasilnya dipaparkan kepada perangkat desa sebagai bahan informasi dalam mendukung pengelolaan lingkungan.
Program ini menyasar wilayah perairan di sekitar TPA Berahan Kulon, meliputi beberapa titik sungai serta tambak garam, tambak udang, dan tambak ikan bandeng yang diduga terdampak aliran air lindi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, pengelola TPA, dan penanggung jawab tambak untuk menentukan lokasi pengambilan sampel. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan transportasi perahu maupun motor untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Selanjutnya, sampel air yang telah diperoleh dapat dianalisis kembali setelah penyimpanan selama tiga hari dan setelah melalui proses filtrasi guna memperoleh informasi mengenai perubahan nilai pH dan TDS serta efektivitas penyaringan terhadap kandungan partikel terlarut.
Program kerja ini memperoleh respons yang positif dari berbagai pihak, terutama Dinas Lingkungan Hidup, pengelola TPA, penanggung jawab tambak, serta pemerintah Desa Berahan Kulon yang memberikan dukungan selama proses survei, pengambilan sampel, hingga penyampaian hasil analisis. Perangkat desa menyambut baik hasil kegiatan karena data yang diperoleh memberikan gambaran awal mengenai kondisi kualitas air di sekitar TPA dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar informasi dalam pemantauan lingkungan serta penyusunan langkah pengelolaan air lindi di masa mendatang. Secara keseluruhan, program ini berhasil menghasilkan data awal mengenai kualitas air pada lokasi yang diduga terkontaminasi maupun tidak terkontaminasi air lindi, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa dan instansi terkait dalam mendukung upaya perlindungan lingkungan dan pengelolaan kawasan sekitar TPA Berahan Kulon secara berkelanjutan.