Siapa bilang belajar tentang mangrove harus selalu serius? Melalui program Eco-Generation: Bersama Mengenal dan Menjaga Mangrove, anggota tim KKN UGM (Aisyah Anandya Pramita Program Studi Teknologi Industri Pertanian) mengajak siswa Madrasah Diniyah Desa Berahan Kulon mengenal ekosistem mangrove dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai desa yang berada di kawasan pesisir, Desa Berahan Kulon memiliki ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Mangrove tidak hanya menjadi pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi tempat hidup berbagai biota serta memiliki manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Program Eco-Generation dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026 dengan menyasar siswa kelas VI Madrasah Diniyah. Kegiatan dirancang sebagai ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Suasana pembelajaran semakin hidup ketika siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Untuk meningkatkan keberanian dan motivasi siswa, mahasiswa KKN juga memberikan apresiasi berupa hadiah bagi peserta yang aktif bertanya maupun mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.
Keseruan belajar sambil bermain dapat dengan permainan ular tangga edukatif bertema mangrove. Berbeda dari permainan ular tangga pada umumnya, setiap petak permainan berisi pertanyaan, informasi, maupun tantangan seputar mangrove. Siswa harus menjawab pertanyaan dan berdiskusi untuk dapat melanjutkan permainan. Dengan cara ini, materi tentang lingkungan tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman bermain dan bekerja sama.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Keenam peserta aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan mangrove. Beberapa siswa bahkan menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan mengenai manfaat mangrove bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Pendekatan belajar sambil bermain membuat siswa lebih mudah menghubungkan materi dengan lingkungan yang mereka temui sehari-hari. Mereka mulai memahami bahwa mangrove bukan sekadar tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir, tetapi memiliki peran penting sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota, serta bagian dari ekosistem yang perlu dijaga.
Program Eco-Generation tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Dengan mengenal mangrove dan manfaatnya, siswa diharapkan dapat memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana.