Tim KKN UGM menghadirkan program kenali kualitas air bersih untuk rumah tangga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali kualitas air serta menerapkan metode filtrasi sederhana untuk kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Ainur Ridho Firdausy dari Program Studi Kimia. Program kerja ini dilatarbelakangi oleh keluhan warga RT 1 RW 2 terkait kualitas air yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak yang diketahui berwarna keruh, berbau, berasa tidak sedap, dan mengandung kotoran sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelayakannya. Melalui program ini, warga diberikan edukasi mengenai pentingnya kualitas air bersih, pengenalan parameter kualitas air berupa pH dan TDS, serta praktik pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan botol plastik, kapas, kerikil, dan tisu sebagai alternatif solusi yang mudah, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri. Selain itu, warga juga diberikan brosur yang memuat langkah-langkah pembuatan alat filtrasi beserta hasil pengujian kualitas air sebelum dan sesudah proses filtrasi sebagai bahan pembelajaran yang dapat digunakan kembali.
Program ini menyasar warga RT 1 RW 2 Desa Berahan Kulon yang mengalami permasalahan kualitas air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengukuran nilai pH dan TDS pada beberapa sampel air milik warga, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik bersama pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mempelajari cara membuat alat filtrasi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai fungsi setiap bahan penyusun filtrasi dan keterbatasan metode tersebut dalam memperbaiki kualitas air. Hasil praktik menunjukkan bahwa filtrasi sederhana mampu mengurangi kekeruhan dan menurunkan nilai TDS, meskipun belum dapat menghilangkan warna dan bau air secara optimal sehingga diperlukan media filtrasi yang lebih kompleks agar kualitas air dapat ditingkatkan secara lebih efektif.
Program kerja ini memperoleh respons yang sangat positif dari warga. Ketua RT memberikan dukungan penuh sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan dengan membantu mengoordinasikan kehadiran warga dan memfasilitasi jalannya program. Warga juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan, terlihat dari keaktifan mereka dalam membawa sampel air dari rumah masing-masing, mengikuti praktik pembuatan alat filtrasi, mengajukan berbagai pertanyaan, dan berdiskusi mengenai solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan air bersih di lingkungan mereka. Masyarakat berharap metode filtrasi sederhana yang diperkenalkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas air rumah tangga sekaligus mendorong adanya tindak lanjut dari pihak terkait untuk menyediakan solusi pengolahan air yang lebih efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai kualitas air bersih serta menumbuhkan kepedulian warga terhadap pentingnya penggunaan air yang layak untuk mendukung kesehatan dan aktivitas sehari-hari.