Program Detektif Peta hadir sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi geospasial dan pemanfaatan teknologi digital bagi siswa kelas 9 MTs NU Raudlatul Mu'allimin. Program ini dirancang oleh Alfina Indira Sru Pangesti dari Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar pemetaan, seperti pentingnya peta, arah mata angin, penggunaan kompas, garis lintang dan garis bujur, hingga pemanfaatan Google Maps dan Google Earth. Dengan kegiatan yang dikemas secara interaktif, siswa diajak memahami bahwa kemampuan membaca peta tidak hanya berguna dalam pembelajaran di sekolah, tetapi juga menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan diawali penyampaian materi mengenai dasar-dasar pemetaan. Di sini dijelaskan bagaimana peta berfungsi sebagai media untuk menunjukkan letak suatu lokasi, menentukan arah, serta memberikan informasi mengenai kondisi suatu wilayah. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep arah mata angin, penggunaan kompas, serta fungsi garis lintang dan garis bujur sebagai sistem koordinat yang digunakan untuk menentukan posisi suatu tempat di permukaan bumi. Materi disampaikan menggunakan media presentasi yang dipadukan dengan berbagai ilustrasi dan contoh sederhana sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih mudah.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan interaktif. Selama sesi materi, siswa tampak antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Berbagai pertanyaan muncul dari rasa ingin tahu mereka, mulai dari cara menentukan arah ketika berada di tempat baru hingga bagaimana aplikasi navigasi dapat mengetahui lokasi seseorang secara akurat. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang hidup dan menunjukkan tingginya minat siswa untuk memahami materi yang disampaikan.
Agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tim KKN PPM UGM juga mengajak siswa mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk menguji pemahaman mereka mengenai arah mata angin dan konsep dasar pemetaan. Melalui permainan tersebut, siswa diajak berpikir, berdiskusi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Pendekatan belajar sambil bermain ini membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi dengan lebih baik.
Keseruan kegiatan berlanjut pada sesi praktik menggunakan Google Maps dan Google Earth. Dengan pendampingan dari mahasiswa KKN, siswa mencoba mencari lokasi sekolah, menemukan Desa Berahan Kulon pada peta digital, serta mengamati kondisi wilayah sekitar melalui tampilan citra satelit. Siswa juga diperlihatkan bagaimana menentukan rute perjalanan, mengenali arah, serta mengamati berbagai wilayah lain hanya melalui perangkat digital. Pengalaman ini memberikan wawasan baru bahwa teknologi yang mereka gunakan sehari-hari memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai alat navigasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang dapat membantu memahami lingkungan sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena dapat langsung menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya memahami fungsi peta dan sistem koordinat, tetapi juga mengetahui bagaimana teknologi geospasial bekerja dan dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas. Antusiasme siswa selama mengikuti setiap sesi menjadi bukti bahwa pembelajaran yang dikemas secara interaktif mampu meningkatkan minat belajar sekaligus mendorong rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
Program Detektif Peta diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi geospasial sejak dini. Dengan mengenal dasar-dasar pemetaan dan memanfaatkan teknologi seperti Google Maps maupun Google Earth secara bijak, siswa diharapkan mampu mengenali lingkungan di sekitarnya dengan lebih baik, memiliki keterampilan navigasi yang bermanfaat, serta semakin siap memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana belajar di masa mendatang.