Tim KKN UGM menghadirkan program edukasi kimia berbasis eksperimen bagi siswa-siswi Madrasah Diniyyah Desa Berahan Kulon sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mudah diaplikasikan dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan o leh Muhammad Ainur Ridho Firdausy dari Program Studi Kimia. Program kerja ini dirancang untuk mengenalkan konsep dasar sains kimia melalui metode pembelajaran berbasis eksperimen sederhana yang melibatkan peserta secara aktif, sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengalaman langsung dalam mengamati dan melakukan percobaan. Eksperimen yang diperkenalkan meliputi balon mengembang tanpa ditiup dan cairan menari, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti soda kue, cuka dapur, minyak goreng, air, dan pewarna makanan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Program ini menyasar siswa kelas 3 Madrasah Diniyyah Desa Berahan Kulon yang berjumlah 15 orang. Pemilihan sasaran dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan kepala madrasah agar kegiatan dapat berlangsung secara optimal sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan, peserta diajak untuk menyimak demonstrasi eksperimen yang dilakukan oleh Muhammad Ainur Ridho Firdausy, kemudian mempraktikkan sendiri setiap percobaan menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan mampu meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, dan pemahaman anak-anak terhadap fenomena ilmiah yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program mendapatkan respons yang sangat baik dari pihak Madrasah Diniyyah maupun para peserta. Kepala madrasah dan para pengajar memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan serta memfasilitasi pelaksanaan program di kelas. Sementara itu, siswa-siswi menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif memperhatikan penjelasan, mengajukan pertanyaan, dan bersemangat saat melakukan eksperimen secara langsung. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep dasar sains kimia yang diperkenalkan, meskipun masih terdapat beberapa peserta yang memerlukan pendampingan lebih lanjut. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang menarik dan aplikatif, sekaligus meningkatkan minat anak-anak terhadap pembelajaran sains melalui kegiatan eksperimen sederhana yang dapat dipraktikkan kembali secara mandiri.